Menariknya belajar HPI

Pernah mendengar istilah hukum perikemanusiaan internasional ? Biasa disebut dengan HPI, atau hukum perang. Serem ga tuh kesan dengernya pertama kali.  Ini adalah salah satu materi di kurikulum pelatihan PMR lo..Keren ya belajar hukum perang kita tuh. Diantara materi utama PMR adalah tentang Gerakan Kepalangmerahan, nah..Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah bagian dari materi tersebut.

Mengapa kita perlu mempelajari materi ini ? Mengapa remaja , anak sekolah perlu mempelajari ini ? Ini dirasa penting untuk disampaikan ke anak usia sekolah karena fenomena di sekitar kita yang semakin melek teknologi, media sosial sangat kental dengan kehidupan anak usia sekolah ini, memungkinkan mereka melihat, merekam, atau mengalami kekerasan baik secara fisik nan mental. Sangat penting untuk mereka tahu mana yang benar, mana yang seharusnya dilakukan, dan bahwa penyadaran bahwa martabat manusia dijunjung setinggi-tingginya

Bagaimana kita belajar HPI dengan mudah. Palang Merah Indonesia yang disponsori oleh ICRC telah mengeluarkan panduan berupa modul untuk menyampaikan materi ini dengan menarik. Modul dibagi menjadi  5 bab :

Bab 1: PERSPEKTIF KEMANUSIAAN Siswa membicarakan respon awal mereka atas sejumlah pertanyaan terkait konflik bersenjata. Siswa akan menyikapi pertanyaan-pertanyaan tersebut di sepanjang program HPI. Pada khususnya, mereka mengeksplorasi pertanyaan panduan: 1. Apa itu martabat manusia? 2. Apa yang dapat dilakukan oleh bystander? 3. Melihat tindakan kemanusiaan 4. Dilema bystander Siswa belajar memandang dunia dari perspektif khusus. Mereka memeriksa tindakan kemanusiaan yang dilakukan oleh orang biasa dan, dengan itu, belajar tentang peran yang dapat dimainkan oleh bystander dalam membentuk peristiwa. Mereka mempelajari risiko, hambatan, dan dilema yang bisa dihadapi oleh bystander dalam usahanya melindungi kehidupan atau martabat seseorang. Bab ini membuat siswa memahami bahwa mereka pun, sebagai bystander, dapat mempunyai dampak pada peristiwa.

Bab 2: PEMBATASAN DALAM KONFLIK BERSENJATA Membatasi kehancuran perang Siswa mendiskusikan perlu-tidaknya aturan dalam konflik bersenjata dan, jika perlu, bagaimana seharusnya bentuk aturannya. Sebagai hasil belajar dari eksplorasi-eksplorasi sebelumnya, sebagian besar siswa menyadari bahwa aturan diperlukan. Mereka menyarankan sejumlah aturan yang diperlukan untuk melindungi kehidupan dan martabat manusia di masa perang. Kemudian mereka mempelajari aturan-aturan dasar HPI dan membandingkannya dengan aturan-aturan yang mereka sarankan itu. Ini memunculkan pertanyaan: Mengapa orang sering melanggar aturan HPI di masa perang?

Bab 3: HPI dilapangan 1. Mengidentifikasi pelanggaran HPI 2. Perspektif kombatan Bab 3 memberikan jawaban atas pertanyaanpertanyaan ini melalui pembahasan berbagai dilema yang bisa dihadapi kombatan di lapangan dan berbagai kesulitan yang mungkin mereka alami dalam menghormati HPI. Bab 4: MENANGANI PELANGGARAN 1. Alasan dan opsi untuk menangani pelanggaran HPI 2. Opsi pengadilan 3. Opsi non-pengadilan

 Bab 4 menyikapi pertanyaan-pertanyaan tersebut dan mengarahkan perhatian siswa pada meningkatnya usaha-usaha dewasa ini untuk memastikan bahwa ada cara untuk menangani pelanggaran HPI. Ini merupakan langkah penting dalam proses pembelajaran, karena siswa berkemungkinan meragukan arti HPI jika pelanggaran terhadap aturanaturan hukum tersebut tidak ditangani. Siswa juga berkemungkinan menunjukkan minat pada masalah penanganan konsekuensi konflik bersenjata.

Bab 5: MERESPONS KONSEKUENSI KONFLIK BERSENJATA Kebutuhan-kebutuhan yang timbul dari kehancuran perang Siswa mempelajari kehancuran yang ditimbulkan perang, usaha yang diperlukan untuk meresponsnya, dan dilema yang mungkin dihadapi oleh organisasi kemanusiaan ketika melakukan hal itu. Kemudian siswa merenungkan pertanyaan berikut ini: Apa yang dapat mereka lakukan untuk mempromosikan martabat manusia? Apa yang dapat mereka lakukan untuk membuat perubahan?

Menarik nya , ada 2 metode menarik dalam  penyampaian materi ini. 1 Metode eksplorasi diusung kuat.  Permasalahan, perasaan digali sebesar-besarnya dari siswa sehingga semua yang belajar ini dapat menyampaikan kesan, pengetahuan, perasaannya sendiri tanpa takut jika berbeda dengan pendapat atau perasaan orang lain. 2. Role playing; khususnya dalam Bab.1 ketika  cerita tentang kasus perendahan martabat manusia di main perankan oleh siswa. Itu menjadi hal yang berkesan kepada siswa , bagaimana menjadi  pelaku suatu peristiwa. Get the feeling intinya.

Nah, PMR di SMA Negeri 2 Banjar telah mempelajari ini sejak 2016 lebih tepatnya setelah penulis men jadi salah satu fasilitator HPI. Tanggung jawab menyebarluaskan informasi tentang Hukum Peri Kemanusiaan Internasional menjadi tugas terus menerus dimana siswa atau anggota PMR terus berganti setiap tahun nya.

Bisa cek di link2 berikut ya https://youtu.be/D1UTd_WZiw8, https://youtu.be/cmnBU455jiU, https://youtu.be/gZI0NiTCNE8, https://youtu.be/5pXD6RnSQRk, https://youtu.be/mTrkcjA8jCM. ( ini dokumentasi diseminasi HPI pada saat latihan offline ya..)

Semangat terus belajar apapun..

Penulis : Siti Maryam, S.Pd, M.Pd

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan