Harraz

harraz, aku sangat berterimakasih dengan hadirnya kamu dalam hidup aku. walaupun, kita hanya bertukar pesan, bermain game bersama, tapi aku sangat sangat bersyukur. terimakasih juga, atas masa masa saat kamu masih miliki rasa untukku, sungguh demi apapun, aku sangat bahagia pada saat itu. benar raz, tulisan pesanku ini, jujur apa adanya. sampai detik ini pun, masih ada sisa rasa untukmu dariku. kamu pikir, bisa secepat itu aku lupa akan dirimu harraz?

aku ingin sekali rasanya mengucap kembali kalimat “i love you” namun apa aku masih bisa mengatakannya dengan sangat leluasa raz? apa masih aku berhak mendapatkan jawaban dari kalimat itu raz?

tidak ya?

sebetulnya, tidak apa apa. asal kamu masih tetap bersama aku raz, masih ada untukku. sungguh demi apapun aku tidak masalah tidak mendapatkan jawaban dari kalimat itu.

Ah,

mungkin kamu anggap ini lelucon ya raz kalau aku bilang, akhirnya aku bisa ikhlas dengan kamu yang hilang rasa kepadaku, aku sudah dengan lapang dada ikhlas akan hal itu. Namun, masih boleh kan aku simpan rasa untukmu? bukan karena aku tidak bisa melepaskan kamu raz, hanya saja aku memang tidak bisa menghilangkan begitu saja perasaan aku kepadamu.

itu pun benar adanya, aku masih simpan rasa untukmu walaupun aku sudah meng ikhlas kan hilangnya rasa kamu kepadaku raz. aku tetap senang adanya kamu yang masih bertahan, sangat senang. walaupun tidak se senang saat kita berdua miliki rasa yang sama.

maaf harraz, dalam pesan ini, aku menyebut banyak tentang hilangnya perasaanmu kepada aku. bukan karena aku sengaja supaya kamu merasa bersalah, bukan. tapi, karena aku ingin kamu tau, dalam pesan ini, walaupun isi nya perihal aku yang sudah ikhlas dengan kamu, namun aku masih besar cinta kepadamu.

Harraz Dharmendra, thank you for everything, i’m very lucky to meet you, very lucky to know u this far. i love you harraz, as always.

By Adnin

Add a Comment