MGMP PKWU Goes to Kampung Kreatif Sukaruas Tasikmalaya

Pembelajaran PKWU selama ini cenderung lebih banyak dilakukan dikelas. Sumber belajar yang dimanfaatkan berasal dari buku atau internet. Pembelajaran yang bersumber langsung dari narasumber atau tempat sesungguhnya masih jarang digali. Selain kendala dalam waktu,dan tempat, juga kendala biaya juga cukup menghambat dalam melakukan pembelajaran di luar kelas. Namun, berkat dukungan pihak sekolah dan kerja keras pengurus MGMP PKWU untuk mewujudkan keinginan tersebut,  akhirnya guru-guru PKWU SMAN 2 Banjar berkesempatan untuk melakukan studi banding dan pembelajaran secara langsung terpilih secara langsung.

Tujuan dari kegiatan ini diantaranya untuk menggali ide dan inspirasi langsung dari sumbernya. Jika selama ini, ide dan inspirasi begitu sulit digali di sekolah, diharapkan dengan berkunjung langsung akan timbul ide dan inspirasi segar yang dapat diaplikasikan di pembelajaran nantinya baik untuk lomba secara jangka pendek maupun berwirausaha dalam waktu yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana kegiatan berwirausaha para pelaku bisnis di lapangan secara langsung melalui kegiatan wawancara dengan pemilik usahanya. Guru-guru dapat bertanya langsung kepada pengelola usaha mengenai berbagai hal tentang produksi, pemasaran, keuangan, dan manajemen usaha yang sedang dijalankan.

Kampung kreatif Sukaruas Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya sengaja dipilih karena dengan pertimbangan, pertama lokasinya cukup dekat dari Kota Banjar, produk yang dihasilkan cukup beragam baik produk kerajinan maupun olahan makanan dan usia usahanya sudah cukup lama. Kami berangkat pada hari Sabtu, 13 November 2021 pada pukul 07.00 menuju lokasi. Guru yang ikut serta terdiri dari sembilan orang yaitu Aman Bayu Aji, S.Pd.M.Pd, Ade Sadi Maulana, S.Pd.,M.Pd., Wini Windiani, S.Si., M.Pd., Yulianti Budi Rahayu, S.Pd.,Si, Anis Fadila, S.Pd, Asep Supriatna, S.E.,MM., Catherine Swezty, S.Pd, Ngalimun Wahyudi, S.Pd, dan Tita Diana,S.Pd.

Ada beberapa lokasi usaha yang kami kunjungi untuk dilihat secara langsung baik produksinya maupun kegiatan pemasarannya. Kami didampingi secara langsung oleh dua orang pengelola kampung kreatif yang begitu sabar dan ramah melayani dan mengantarkan kami dari satu lokasi ke lokasi berikutnya. Dimulai dari mengunjungi kerajinan mendong yang menghadirkan berbagai produk utilitas dan hiasan seperti topi, kap lampu, tas dan yang lainnya. Kami saling bergantian bertanya kepada pemiliknya, sesekali melihat proses produksi sampai barang jadi. Selanjutnya masih ke lokasi pengolahan mendong, cuma beda produk yaitu lebih banyak membuat tas. Ditempat ini kami agak lama karena melakukan pembelian beberapa alat dan bahan-bahan untuk dibawa ke sekolah dan sedikit melihat dan ikut mempraktikkan cara pembuatannya.

Lokasi ketiga, kami mengunjungi sentra pembuatan peci atau kopeah berbahan baku kayu, memang cukup unik kami lihat. Menurut owner, pemasarannya lebih banyak dilakukan secara online. Lokasi keempat, menuju rumah produk olahan makanan khas daerah, yaitu cireng. Bedanya cireng ini dikreasikan dengan mie dan kerupuk, sehingga namanya menjadi cimie dan cipuk. Tidak jauh dari lokasi ini, kami melanjutkan kunjungan ke sentra produksi kap pot bunga ukuran besar yang berbahan anyaman mendong. Di sini kami istirahat dan dijamu minuman kopi oleh pemiliknya.

Tempat berikutnya adalah ke sentra produksi makanan khas daerah lagi dengan ownernya ibu Ika. Karyawannya cukup banyak yang terdiri dari saudara dan tetangga sekitarnya. Produknya seperti sotong, rujak cireng, dan frozen food lainnya. Pemasarannya berorientasi ke luar daerah seperti ke Yogyakarta dan Jawa Timur. Kami di sini membeli beberapa makanan untuk dijadikan oleh-oleh. Akhirnya, sampai juga ke lokasi terakhir kunjungan kami, yaitu sentra pembuatan barang-barang berupa kotak-kotak unik yang dipesan langsung oleh buyer dari Jepang. Menurut ownernya yaitu Bapak Ade, selama pandemi ini, pesanan tetap stabil, berbeda dengan produk lainnya di kampung kreatif ini. Hebat sekali pokoknya, desain unik dan standar internasional. Kami di sini sampai menjelang dhuhur.

Demikian laporan kunjungan singkat kami ke kampung kreatif Sukaruas Rajapolah Tasikmalaya. Semoga menginspirasi! Salam sukses selalu dan kreatif dari guru-guru PKWU SMAN 2 Banjar.

Oleh: Ade Sadi Maulana, Guru PKWU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Hay, ada yang bisa kami bantu?